Pencegahan HIV AIDS Di Indonesia

Pencegahan HIV AIDS Di IndonesiaHIV merupakan nama dari virus penyebab penyakit AIDS. Sedangkan, penyakit AIDS adalah penyakit yang ditimbulkan oleh adanya penurunan kekebalan tubuh hingga ke level terendah akibat infeksi HIV.

Pencegahan HIV AIDS Di Indonesia

Pencegahan HIV AIDS Di Indonesia

Cara Penularan HIV AIDS

HIV menular melalui hubungan seksual, baik dengan lawan jenis maupun sesama jenis, pinjam meminjam alat suntik (jarum, semprit, kapas, tempat mengaduk) di antara para pengguna narkoba, transfusi darah dan transplantasi organ yang tidak diskrining, tato, tindik, dan penularan dari ibu ke anak selama kehamilan, persalinan dan menyusui.

Karena itu mereka yang beresiko tinggi terinfeksi HIV adalah :

  1. Wanita dan pria yang berganti-ganti pasangan seks, para pekerja seks dan langganannya dan mereka yang melakukan hubugan seks tidak wajar (melalui dubur dan mulut)
  2. Para pengguna narkoba yang memakai alat suntik secara bergantian
  3. Bayi yang dikandung, dilahirkan dan disusui oleh ibu yang tertular HIV
  4. Transfusi darah dan transplantasi organ tubuh yang tidak diskrining, akupuntur, ditindik, ditato dengan alat yang tercemar HIV.

Di luar tubuh manusia, HIV sangat cepat mati. HIV mudah mati oleh air panas, sabun dan bahan pencuci hama lain. Karena itu HIV tidak dapat menular lewat udara seperti virus lain, misalnya influenza. HIV juga dapat ditemukan dalam jumlah yang sangat kecil dalam air mata, air liur, cairan otak, keringat dan air susu ibu. HIV juga tidak menembus kulit yang utuh, yaitu kulit yang tidak lecet atau luka.

Karena itu hal-hal yang tidak menularkan HIV adalah sebagai berikut :

  • Bersenggolan atau berjabatan tangan dengan pengidap HIV
  • Bersentuhan dengan pakaian atau barang lain bekas penderita HIV
  • Penderita AIDS bersih atau batuk-batuk didepan kita
  • Mencium pipi dan dahi
  • Berenang di kolam renang atau menggunakan WC yang sama
  • Melalui makanan atau minuman, gigitan nyamuk dan serangga lain.

CARA MENCEGAH HIV AIDS

Pencegahan HIV AIDS Di Indonesia

  • Tidak berhubungan seks dengan orang yang terinveksi virus HIV. Berganti-ganti pasangan seksual sangat beresiko tinggi mudah tertular virus HIV.
  • Pastikan bahwa darah yang akan di transfusi steril dari kontaminasi virus HIV.
  • Penyalahgunaan narkoba dengan jarum suntik sangat mudah sekali menularkan virus HIV.
  • Setiap alat yang di gunakan untuk orang banyak yang beresiko membawa virus HIV harus disterilkan terlebih dahulu dengan menggunakan lisol, detol, atau alkohol.
  • Orang-orang yang memiliki kebiasaan seks bebas, bertato, pemakaian narkoba dengan jarum termasuk mereka yang beresiko tinggi terkena AIDS. Untuk itu perlu mengubah kebiasaan untuk hidup lebih sehat dan aman.
  • Pernikahan dengan orang-orang yang memiliki riwayat pekerjaan atau kebiasaan hidup beresiko tinggi tertular HIV sebaiknya dilakukan tes HIV AIDS.

Pencegahan HIV Aids di Indonesia salah satunya dilakukan dengan tujuan untuk memustuskan mata rantai dari proses infeksi penyakit Aids dengan cara menggunakan alat kontrasepsi kondom dalam melakukan hubungan seskual yang beresiko tinggi, sebaiknya menghindari seks bebas, dan setia pada pasangan merupakan cara yang sangat diharuskan untuk diterapkan. Pencegahan lainnya adalah dengan tidak menggunakan jarum suntik dengan bersammaan atau jangan mengonsumsi narkoba apalagi jenis narkoba suntik atau juga penggunaan dari jarum tatto yang tidak steril. Pencegahan HIV Aids untuk ibu kepada anak adalah jangan memberikan ASI, dan memastikan terlebih dahulu darah Anda jika Anda ingin mendonorkan darah. Karena hingga saat ini penyakit Aids belum ada obatnya dan jika ada obatnya maka obat tersebut sifatnya adalah mengurangi gejala aids yang muncul sehingga penderita tidak terlalu merasa sakit merasakan serangan penyakit  aids ini.

Pencegahan HIV Aids yang di lakukan di Indonesia adalah dengan menghilangkan kesan negatif dari penyakit HIV Aids dan juga menghilangkan tindakan diskriminasi pada penderita Aids yang biasanya disebabkan oleh sebagian besar dari masyarakat karena ketidakpahaman mereka mengenai penyakit aids ini. Selain itu juga penyebab lainnya adalah karena anggapan masyarakat yang menyebutkan bahwa penyakit HIV Aids merupakan penyakit kutukan. Lalu cara pemerintah melakukan tindak pencegahan adalah dengan memberikan penyuluhan atau sosialisasi mengenai penyakit HIV Aids. Masyarakat serta keluargan sebaiknya jangan mendiskriminasi penderita Aids. Namun sebaiknya cara yang dilakukan adalah dengan memberikan rasa sayang, mendekati, dan juga mensupport mereka.

Selain itu, salah satu bentuk kepedulian pemerintah tentang bagaimana cara mencegah penyakit HIV Aids ini sudah diperkuat dengan adanya Program Aku Bangga Aku Tahu. Suatu gerakan kampanye untuk menyuarakan pencegahan dari penyebaran infeksi HIV dan Aids yang ditujukan untuk kaula muda berusia 15-24 tahun. Tujuan dari program ini adalah untuk membantu meningkatkan pengetahuan mereka mengenai HIV Aids agar mereka bisa menjaga dan menghindari diri dari serangan penyakit mematikan ini. Perlunya perhatian lebih dalam memahami penyakit HIV aids merupakan salah satu hal yang sangat penting.

Pencegahan HIV AIDS Di Indonesia


=====================================

>>> Buah Merah Untuk Pengobatan Hiv/Aids, Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Bagi Penderita Hiv/Aids, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Pencegahan HIV AIDS and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>